About Me

Tuesday, April 26, 2016

Pesan untuk Ayah

Lagu ini memang terdengar cadas,namun sejatinya mengandung makna yang dalam dalam lyricnya. Jangan sampai kita sebagai ayah mengalami hal seperti dalam kisah lagu ini. So... Nikmatilah kebersamaan kita bersama anak anak kita disaat mereka butuh kita untuk bermain bersama.


lagu ini berkisah tentang hubungan seorang ayah dan anaknya. diawali dengan narasi kesibukan ayahnya yang sampai tidak bisa melihat anaknya belajar jalan, selanjutnya ketika anaknya sudah mulai berumur 10 tahun, karena kesibukanya pula sang ayah masih tetap tidak sempat mengajarkan hal hal sepele seperti melemparkan bola. entah apa yang dipikirkan oleh sang anak, dia cuma bisa mengucapkan hadiah bola yang diberikan ayahnya dan ketika anak bertanya : "When you comin' home, Dad ?" sang ayah cuma bisa menjawab : "I don't know when, but we'll get together then .You know we'll have a good time then"  sampai disini sang anak masih memandang ayahnya sebagai seorang yang hebat dengan segala kesibukanya dan selalu bilang "I'm gonna be like you, Dad! You know I'm gonna be like you"
Dua bagian lagu terakhir . .. dalam lirik terlihat mulai saat sang anak beranjak kuliah sampai sang anak sudah berpisah hidup dengan sang ayah yang sudah pensiun . . .  terlihat liriknya seperti sebuah De-Javu yang terbalik !! Yup Bait chorusnya sekilas sama . . . namuan ada yang beda  . . . ” “ When you comin’ home son? I don’t know when, but we’ll get together then ” . . . yup keadaan akan terbalik  dan anti klimaks lagu ini terlihat di bait terakhir saat sang ayah berkata dalam hati sesaat setelah  menutup pembicaraan dengan sang anak yang menolak ditemui dengan alasan kesibukan karir dan keluarganya dengan lirik  . . . ” And as I hung up the phone it occurred to me He’d grown up just like me . .  My boy was just like me “.
pernahkah kita semua membayangkan apa yang pernah mungkin kita ucapkan kepada buah hati kita. . . saat kita pulang dari kantor, anak kita yang berusia mungkin dibawah 5 tahun langsung ngelendoti kaki kita seraya meminta untuk bisa nemplok gendong duduk di pundak kita . . . kita kadang menolak dengan mengatakan ” maaf nak . . . ayah sedang capek dari kantor, nanti ya ” . . . ingatkah ketika anak anak kita meminta kita untuk melipat kertas yang dia sodorkan untuk membuat sebuah pesawat kertas dan kita menolak ” maaf nak, ayak sedang buat laporan keuangan untuk kantor” atau “maaf nak ayah sedang buat artikel blog” . . .
Kadang kita nggak pernah tahu dan sadar bahwa . . . permintaan permintaan sederhana, polos dan tulus seperti itu nggak akan pernah terulang kembali saat mereka beranjak dewasa nanti . . . dan bukan tidak mungkin kita para ayah akan menyesal dan kangen akan permintaan permintaan sederhana tersebut
artikel ini lebih sebagai pengingat bagi diri saya pribadi untuk bisa menjadi ayah yang lebih baik lagi . . . semoga bermanfaat.

tulisan sebagian dikutip dari :http://tmcblog.com/2011/12/11/wahai-ayah-jangan-sampai-menyesal-karena-moment-itu-nggak-akan-terulang/

2 comments:

  1. aku rindu ayahku yang telah pergi

    ReplyDelete
  2. https://www.youtube.com/watch?v=bSwL9deXNW8 ini versi yang lain

    ReplyDelete