Lagu ini memang terdengar cadas,namun sejatinya mengandung makna yang
dalam dalam lyricnya. Jangan sampai kita sebagai ayah mengalami hal
seperti dalam kisah lagu ini. So... Nikmatilah kebersamaan kita bersama
anak anak kita disaat mereka butuh kita untuk bermain bersama.
lagu ini berkisah tentang hubungan seorang ayah dan anaknya. diawali dengan narasi kesibukan ayahnya yang sampai tidak bisa melihat anaknya belajar jalan, selanjutnya ketika anaknya sudah mulai berumur 10 tahun, karena kesibukanya pula sang ayah masih tetap tidak sempat mengajarkan hal hal sepele seperti melemparkan bola. entah apa yang dipikirkan oleh sang anak, dia cuma bisa mengucapkan hadiah bola yang diberikan ayahnya dan ketika anak bertanya : "When you comin' home, Dad ?" sang ayah cuma bisa menjawab : "I don't know when, but we'll get together then .You know we'll have a good time then" sampai disini sang anak masih memandang ayahnya sebagai seorang yang hebat dengan segala kesibukanya dan selalu bilang "I'm gonna be like you, Dad! You know I'm gonna be like you"
Dua bagian lagu terakhir . .. dalam lirik terlihat mulai saat sang anak
beranjak kuliah sampai sang anak sudah berpisah hidup dengan sang ayah
yang sudah pensiun . . . terlihat liriknya seperti sebuah De-Javu
yang terbalik !! Yup Bait chorusnya sekilas sama . . . namuan ada yang
beda . . . ” “ When you comin’ home son? I don’t know when, but we’ll get together then
” . . . yup keadaan akan terbalik dan anti klimaks lagu ini
terlihat di bait terakhir saat sang ayah berkata dalam hati sesaat
setelah menutup pembicaraan dengan sang anak yang menolak ditemui
dengan alasan kesibukan karir dan keluarganya dengan lirik . . . ” And as I hung up the phone it occurred to me He’d grown up just like me . . My boy was just like me “.
pernahkah kita semua membayangkan apa yang pernah mungkin kita
ucapkan kepada buah hati kita. . . saat kita pulang dari kantor, anak
kita yang berusia mungkin dibawah 5 tahun langsung ngelendoti kaki kita
seraya meminta untuk bisa nemplok gendong duduk di pundak kita . . .
kita kadang menolak dengan mengatakan ” maaf nak . . . ayah sedang capek
dari kantor, nanti ya ” . . . ingatkah ketika anak anak kita meminta
kita untuk melipat kertas yang dia sodorkan untuk membuat sebuah pesawat
kertas dan kita menolak ” maaf nak, ayak sedang buat laporan keuangan untuk kantor” atau “maaf nak ayah sedang buat artikel blog” . . .
Kadang kita nggak pernah tahu dan sadar bahwa . . . permintaan
permintaan sederhana, polos dan tulus seperti itu nggak akan pernah
terulang kembali saat mereka beranjak dewasa nanti . . . dan bukan tidak
mungkin kita para ayah akan menyesal dan kangen akan permintaan
permintaan sederhana tersebut
artikel ini lebih sebagai pengingat bagi diri saya pribadi untuk bisa menjadi ayah yang lebih baik lagi . . . semoga bermanfaat.
tulisan sebagian dikutip dari :http://tmcblog.com/2011/12/11/wahai-ayah-jangan-sampai-menyesal-karena-moment-itu-nggak-akan-terulang/

aku rindu ayahku yang telah pergi
ReplyDeletehttps://www.youtube.com/watch?v=bSwL9deXNW8 ini versi yang lain
ReplyDelete