Di Indonesia, bapak-bapak masih dianggap tabu kalau berbicara tentang ASI. Padahal, jika kembali pada hakekat menumbuhkan generasi penerus berkualitas, maka keberhasilan pemberian ASI menjadi langkah pertama dan penentu, sudah sepantasnya menjadi tanggung jawab ayah dan ibu. Dari kesadaran itu. ASI sebagai hal penting yang wajib dipersiapkan dan direncanakan oleh para Ayah, tak kalah penting dari masalah pendidikan dan masa depan anak.
Karena anak milik berdua, maka ASI juga tanggung jawab bersama. Kapan sebaiknya seorang suami belajar mengenai ASI? Saat masih lajang.
informasi seputar ASI sebaiknya dipelajari oleh calon ayah dan ibu sedini mungkin, bahkan sejak sebelum menikah agar persiapan menjadi lebih matang dan panjang.
Peran ayah sebagai pelindung dan pendukung diperlukan pada hal-hal yang berpotensi menyebabkan kegagalan pemberian ASI, misalnya dalam menghadapi tekanan keluarga, mitos ASI, promosi susu formula, pihak medis yang tidak pro ASI, atau stres yang dialami sang ibu. Lingkungan keluarga seperti kakek, nenek, baby sitter, pembantu, dan semua pihak yang berada di sekitar ibu berperan penting dalam kesuksesan ASI eksklusif. Tidak mudah mengubah keyakinan orang lain. Orangtua generasi terdahulu banyak meyakini bahwa seorang anak tidak cukup hanya diberikan ASI, ia tetap harus diberi tambahan susu formula. Maka perjuangan ibu dan ayah pada titik kritis terutama pada 6 bulan pertama untuk meluluskan ASI eksklusif.
Rumah sakit dan seluruh tim medis yang membantu kelahiran juga menjadi penentu keberhasilan ASI. Ciri rumah sakit pro ASI adalah mengajarkan ibu cara menyusui, menyediakan kelas ASI, mendukung ibu memberi ASI sesuai kemauan bayi, tidak memberi makanan selain ASI kecuali ada indikasi medis, tidak memberi dot atau empeng pada bayi, memahami aturan ASI ekslusif, melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD),memiliki tenaga kesehatan yang memahami manajemen laktasi, dan bisa rawat gabung ibu dan bayi.
Praktik produsen atau distributor yang bekerja sama dengan bidan atau rumah sakit dalam melakukan promosi susu formula selama ini adalah hal yang umum terjadi. Pemerintah telah membatasi aktivitas promosi susu formula melalui Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang ASI Eksklusif. Perlu digaris bawahi, pemberian susu formula harus dengan resep dokter.
Saat bayi prematurnya kesulitan menyusu dan sang ibu sulit mengeluarkan ASI, saat itulah dokter meresepkan susu formula.
salah satu keuntungan memberi ASI adalah pengurangan budget untuk membeli susu formula, dan itu artinya bisa digunakan untuk membeli gadget.

No comments:
Post a Comment