About Me

Saturday, November 7, 2015

Ibu bekerja tetap bisa memberikan ASI

Siapa bilang orang tua yang bekerja di luar rumah tidak bisa memberikan ASI Ekslusif pada anaknya? Pasti bisa, jika memiliki pengetahuan dan dukungan yang cukup dalam manajemen laktasi. Ya, pengetahuan dan dukungan diperlukan agar proses pemberian ASI Eksklusif pada bayi yang kedua orang tuanya bekerja tidak memiliki hambatan yang berarti. Oleh karena itu, penting sekali untuk mendapatkan pengetahuan dan dukungan ASI Eksklusif dari lingkungan keluarga hingga lingkungan pekerjaan sejak sebelum melahirkan.
Mengapa saya gunakan kata orang tua, bukan ibu? Padahal yang memproduksi ASI kan ibu? Karena proses pemberian ASI tidak hanya melibatkan ibu dan bayi saja. Ayah memiliki peranan penting dalam mensukseskan pemberian ASI. Apa peranan ayah? Yang pertama tentu memberi dukungan penuh pada istrinya memberikan ASI Ekslusif pada bayi mereka. Yang kedua melindungi istri dan bayi, jika ada pihak yang kontra terhadap pemberian ASI. Yang ketiga, bersama-sama istri merawat dan mengasuh bayi.
Keterlibatan ayah dalam pemberian ASI, akan meningkatkan kepercayaan diri ibu dan lingkungan. Dengan demikian, ibu akan terhindar dari rasa tidak percaya diri, kuatir, gelisah yang dapat mengakibatkan turunnya produksi hormon oksitosin. Hormon oksitosin merupakan hormon penting untuk pengaliran ASI. Turunnya produksi hormon ini dapat berakibat pada turunnya produksi ASI akibat pengaliran ASI yang kurang lancar.
***
Saat ini, sudah banyak orang tua yang berhasil memberikan bayi mereka ASI Ekslusif, meskipun kedua orang tua bekerja. Bahkan banyak pula yang mampu meneruskan menyusui hingga anaknya berusia dua tahun atau lebih. Semua itu mungkin dilakukan jika ibu mendapatkan informasi yang benar mengenai pemberian ASI maupun penggantinya (susu formula, dan berbagai jenis cairan lain) sejak masa kehamilannya.
Dengan mendapatkan informasi yang benar, manfaat dan risikonya, maka ibu dan ayah dapat memilih akan memberikan nutrisi apa pada anaknya dengan kesiapan untuk menanggung risikonya. Sebagian besar orang tua (ibu dan ayah) yang gagal memberikan ASI pada anaknya adalah karena ketidak tahuan bahwa pengganti ASI memiliki berbagai macam risiko kesehatan yang cukup tinggi bagi anaknya, saat ini hingga ia dewasa kelak.
Oleh karena itu, pengetahuan dasar yang perlu diketahui oleh orang tua adalah apa manfaat ASI? Manfaat ASI banyak sekali, dan tidak ada efek samping yang buruk sama sekali. Meskipun ibunya sedang sakit. Atau bayinya sedang sakit. ASI akan mempercepat kesembuhan ibu maupun bayi. Dan, masih banyak manfaat ASI lainnya.
***
Jadi, apa sih yang perlu dipersiapkan orang tua yang bekerja agar anak-anaknya bisa mendapatkan ASI Ekslusif?
Kuatkan NIAT! Pahami alasan-alasan mengapa harus tetap memberikan ASI. Yakinkan diri dan lingkungan terhadap manfaat-manfaatnya, terutama untuk kesehatan ibu dan bayi, serta menjaga “bonding” ibu dan bayi, meskipun ibu harus bekerja.
Bulatkan TEKAD! Siapa saja yang perlu membulatkan tekad? Ayah dan ibu harus satu kata. Setelah itu apa? PERCAYA DIRI! Caranya bagaimana? Dengan mengikuti edukasi atau mencari informasi yang sebenar-benarnya, dan mencari atau membentuk dukungan untuk memberikan ASI Ekslusif.
Apabila rasa PERCAYA DIRI untuk menyusui sudah kuat, maka langkah kedua adalah memantapkan KOMITMEN! Jika sudah berkomitmen kuat, maka pastikan langkah ketiga ini Anda lakukan: MULAI DENGAN BENAR.
Bagaimana memulai dengan benar?
1) Inisiasi menyusu Dini (IMD),
2) Rawat Gabung 24 jam,
3) Hanya ASI saja, dan
4) yang terpenting susuilah dengan SEPENUH HATI!
Nah, jika pemahaman sudah sampai tahap ini, maka bagi orang tua yang bekerja perlu mempersiapkan segala sesuatunya, agar ketika ibu mulai masuk bekerja sudah memiliki stok ASI Perah (ASIP), sudah memiliki kemampuan manajemen laktasi yang baik, sudah memiliki pengasuh yang handal dan dapat dipercaya untuk mengasuh dan memberikan ASIP.
Apa saja persiapan yang perlu dilakukan?
Persiapan saat hamil
  • Rencanakan porsi cuti melahirkan lebih lama ketika bayi sudah lahir.
  • Beritahukan rencana Anda untuk tetap memberikan ASI ketika sudah kembali bekerja.
  • Periksa juga apakah ada ruangan yang bisa digunakan untuk memerah ASI.
  • Mintalah dukungan pada rekan-rekan kantor, atasan, dan juga serikat pekerja yang ada.
  • Bergabunglah dengan organisasi/kelompok pendukung ibu-ibu ASI.
  • Belajarlah cara memerah ASI dengan tangan, atau mulai mencari breastpump (pompa ASI) yang sesuai.
  • Pertimbangkan pilihan cara/pekerjaan yang dapat mensukseskan pemberian ASI. Mulai dari pilihan jenis pekerjaan (jika ada) paruh waktu atau penuh waktu.
  • Kemudian pilihan cara pengantaran ASIP, apakah dibawa oleh Anda sendiri ketika pulang kerja, atau menggunakan jasa pengantaran ASIP untuk dikirim ke rumah.
  • Mantapkan komitmen Anda untuk terus memberikan ASI pada sang buah hati, walaupun harus kembali bekerja.
Persiapan setelah melahirkan
  • IMD secara langsung minimal 1 jam setelah kelahiran.
  • Perbanyak kontak kulit dengan bayi.
  • Istirahat yang cukup, relaks, dan fokuskan diri Anda untuk memantapkan kegiatan menyusui.
  • Tingkatkan pasokan ASI Anda denganmenyusui bayi sesuai dengan pemintaan.
  • Perah ASI di sela-sela setelah menyusui.
  • Hindari pemberian ASIP menggunakan dot, karena berisiko terkena gejala “bingung puting”.
  • Belajar untuk memberikan ASIP kepada bayi dengan menggunakan metode selain dot: cangkir, pipet, sendok kecil, dsb.
  • Pilih dan latih pengasuh bayi yang juga mendukung pemberian ASI.
  • Mantapkan teknik memerah ASI dengan tangan, atau menggunakan pompa ASI.
  • Mulai menabung ASIP 1 bulan sebelum mulai masuk kerja. Simpan ASIP sesuai dengan tata cara yang benar.
  • Konfirmasikan kembali dengan pihak kantor / atasan anda mengenai rencana Anda untuk tetap memberikan ASI. Serta informasikan jadwal dan lokasi Anda akan memerah ASI.
  • Jika memungkinkan, gunakan 1 hari untuk uji coba meninggalkan bayi di rumah dengan pengasuh, dan Anda melakukan aktifitas perjalanan dari rumah ke kantor dan sebaliknya . Serta aktifitas memerah dan menyimpan ASIP di tempat kerja.
Persiapan ketika sudah kembali bekerja
  • Pertimbangkan untuk kembali bekerja pada hari Kamis, agar lebih mudah bagi Anda dan bayi untuk menyesuaikan ritme baru, karena hari sabtu sudah bisa bersama lagi.
  • Persiapkan segala kebuthan esok hari, pada malam hari sebelumnya.
  • Susui bayi Anda sebelum berangkat ke kantor.
  • Usahakan agar perpisahan dan pertemuan kembali dengan bayi dilaksanakan dalam suasana gembira.
Ketika berada di kantor:
  • Perah atau pompa ASI sesuai jadwal menyusu bayi Anda atau minimal dalam rentang waktu 3 jam.
  • Perah atau pompa ASI secara teratur sesuai dengan jadwal dan sebelum payudara Anda terasa penuh.
  • Gunakan cara yang benar untuk menyimpan dan mengangkut ASIP.
  • Pastikan bahwa pengasuh bayi Anda mengeri tata cara pemberian ASIP yang benar.
  • Minta kepada pengasuh bayi Anda untuk tidak memberikan ASIP ketika anda sudah dekat rumah.
  • Susuilah bayi Anda ketika sudah kembali pulang, pada malam hari, di akhir pekan dan setiap saat Anda sedang bersama bayi.
  • Minta dukungan sesama rekan kantor dalam upaya anda untuk terus memberikan ASI.
  • Carilah sesama ibu bekerja yang juga menyusui untuk saling tukar pendapat pengalamam dan saling mendukung.
Pelaksanaan langkah-langkah itu memang tak semudah membacanya. Tapi percayalah, dengan bekal rasa cinta terhadap anak-anak Anda, Anda akan mampu melewati tahap demi tahap, langkah demi langkah. Semua itu demi memberikan bekal yang menjadi pondasi anak-anak Anda untuk tumbuh menjadi manusia utuh dan seperti harapan sebagian besar orang tua, anak harus lebih baik dari orang tuanya.
***
Sekarang Anda sudah mendapatkan berbagai informasi dan langkah-langkah apa yang harus Anda berdua (dengan suami/istri) lakukan. Saatnya memantapkan KOMITMEN, bahwa HANYA ASI saja nutrisi terbaik untuk bayi 0-6 bulan, dan setelah bayi Anda berusia di atas 6 bulan TETAP BERIKAN ASI tanpa campuran susu lainnya dan tambahkan Makanan Pendamping ASI buatan rumah.
Semoga Anda dan pasangan Anda bisa satu kata, satu asa, dan satu langkah dalam memberikan asupan gizi bagi anak-anak Anda. Selamat berjuang wahai orang tua yang mencintai anak-anaknya.
***
Sumber:
Materi Kelas Edukasi AIMI – Breastfeeding Tips for Working Mothers, 2010
Penulis : Selvie Amalia 

Bermain di lantai (floor time)

bercanda bareng kakak
main kuda kudaan
bermain lego
belajar mewarnai

Sebenarnya bagaimana cara menstimulasi perkembangan otak dan saraf anak? Apakah harus dengan mainan atau cukup dengan memberikan nutrisi yang baik saja? Untuk perkembangan otak anak, bayi membutuhkan asupan zat besi, lemak dan kolesterol, DHA, glycoprotein dan gangliosida. Semua zat itu terdapat pada air susu ibu (ASI).Perkembangan otak.tidak hanya dengan nutrisi tetapi juga harus dengan stimulasi atau anak diajak bermain.

Stimulasi ini diperlukan agar sinaps (sambungan antarsaraf dalam otak) dapat terus berkembang. Sinaps yang tidak digunakan karena kurangnya stimulasi akan spontan menghilang.

 Seiring perkembangan anak, pemberian nutrisi dan stimulasi harus seimbang. Kedua hal tersebut harus terus diberikan selama periode emas si anak, atau pada tiga tahun pertama. Pada saat itulah otak tumbuh dan berkembang sangat pesat. Stimulasi yang baik juga dapat merangsang perkembangan semua sistem sensorik dan motorik anak.

 tujuan memberikan stimulasi pada bulan-bulan pertama di antaranya mengembangkan minat terhadap suara, sensasi, penglihatan, dan untuk menenangkan diri. Setelah itu untuk membangun komunikasi dua arah antara si anak dan orangtua atau orang lain.

Bermain di lantai atau floor time merupakan salah satu metode untuk menstimulasi perkembangan anak. karena dengan cara ini anak merasa lebih nyaman. orang tua dipaksa sejajar dengan anak sehingga tidak memaksa anak menengadah untuk berkomunikasi, yang memberikan pengaruh buruk pada mata anak-anak.

Melalui floor time, anak akan terlatih atensinya terhadap sesuatu dan memberikan kedekatan emosi dengan orangtuanya. Saat bermain dengan anak, tidak perlu menggunakan mainan yang mahal. untuk melatih pendengaran, bisa digunakan mangkuk plastik yang dipukul pukul, atau kertas yang diremas remas, sehingga mendorong anak untuk mencari darimana asal bunyi itu. Untuk melatih penglihatan, bisa digunakan mainan atau benda yang berwarna terang, diperlihatkan kepada anak, kemudian digeser atau dipindah, jika respon anak baik ia akan mengikuti benda itu atau berusaha meraih benda itu.

Saat si anak seperti menolak benda yang kita berikan, itu berarti dia takut atau tidak suka dengan benda itu. ''Kalau sudah begini jangan dipaksa, karena bisa-bisa anak akan ketakutan dan terus terbayang sampai besar,''

  saat bermain dengan anak, orangtua harus bersabar dan jangan mengharapkan anak mempunyai berbagai kemampuan sekaligus. Mainan yang diberikan saat bermain jangan semuanya dikeluarkan dan disodorkan kepada anak. Mainan seharusnya dikeluarkan satu per satu, dan biarkan si anak menelaah mainan itu. Setelah dirasa cukup, baru mainan diganti yang lain.selain itu, ikuti alur yang diinginkan anak, jangan memaksakan aturan bermain versi kita atau membantah peraturan anak. Saat anak memegang gagang telphone mainan, coba kita ikuti alur cerita yang di buat, kita pura pura menjawab telphone dan seolah olah berbicara dengan dia. atau coba gali informasi darinya dengan pertanayaan "adik sedang menelphone siapa?" bila dia menjawabmenelphone nenek,coba tambahi pertanyaan nenek ngomong apa? dan pertanyaan lainya yang merangsang dia untuk terus berimajinasi.Dengan metode ini, anak juga dapat berbagi perasaan dengan orang lain, berekspresi (merangsang emosi).

saat anak bermain sesuatu dan memukul mainan tersebut. Ketika dia merasa kesakitan, sambil menangis dia julurkan tangannya kepada kita. Saat itulah, dia ingin berbagi perasaan. ''Kita harus tanggap untuk langsung berinteraksi,'' 


Sunday, October 25, 2015

Pertolongan pertama bila bayi jatuh



Bayi jatuh memang sudah biasa, tetapi Bunda harus waspada. Berikut ini langkah pertolongan yang bisa dilakukan saat bayi jatuh

Pertolongan pertama yang bisa diberikan saat bayi jatuh

Bayi jatuh dari ranjang, jangan panik dulu

Perkembangan bayi hingga usia batita yang semakin pesat tentunya membuat orangtua merasa gembira walaupun terasa lebih merepotkan. Hal ini dikarenakan batita Bunda saat ini sudah mulai bereksplorasi ke mana-mana dengan kemampuan baru mereka yang sudah mulai bisa berguling-guling ataupun merambat di dinding dan pinggiran ranjang.
Pada masa ini pengawasan terhadap mereka juga harus lebih intens dibandingkan saat mereka baru lahir dengan kebiasaan tidur mereka yang cukup lama, di sisi lain Bunda juga harus menyelesaikan pekerjaan rumah yang masih menumpuk seperti memasak, menyapu, mengepel lantai, dsb.


Akhirnya dengan kesibukan Bunda ini, pengawasan terhadap batita menjadi agak kurang, dan saat Bunda lengah bisa saja bayi jatuh dari ranjang. Tentunya hampir semua orangtua memiliki pengalaman bayi jatuh dari tempat tidur. Untuk itu Bunda tidak perlu panik dan segera berikan pertolongan pertama dengan langkah-langkah berikut:
  1. Segera angkat bayi jatuh, gendong dan tenangkan. Biasanya bayi jatuh akan menangis dan akan menghentikan tangisannya saat kita dekap dan timang-timang.
  2. Periksa kepala dan badannya, apakah ada luka atau benjol. Untuk benjol bisa dikompres dengan es. Bunda bisa juga mengoleskan minyak tawon atau oleskan thrombopob gel. Bila ada luka berdarah, tekan luka itu dengan kapas bersih selama 10 menit, kalau pendarahan tidak berhenti segera bawa ke dokter.
  3. Setelah bayi jatuh bisa tenang dan dipastikan tidak ada luka, berikan ASI (untuk yang memberikan ASI) atau botol (untuk yang memberikan susu formula). Umumnya setelah minum ASI atau susu bayi akan tertidur.
  4. Yang harus diwaspadai bila bayi jatuh sampai pingsan atau tidur dan susah dibangunkan, muntah, kejang pada wajah atau anggota gerak. Segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
  5. Untuk pencegahan terjadinya bayi jatuh Anda bisa memasang bumper di ranjangnya atau gunakan ranjang yang tidak terlalu tinggi selama anak-anak masih dalam usia ini. Pasang juga kasur tipis di lantai untuk keamanan mereka.http://id.theasianparent.com/pertolongan-pertama-saat-bayi-jatuh/2/


Gumoh pada bayi

Gumoh pada bayi seringkali membuat Bunda khawatir. Apakah gumoh berbahaya? Bagaimana menanganinya, dan kapan gumoh harus dikonsultasikan ke dokter?

Bayi gumoh, bagaimana mengatasinya?
Membuat bayi bersendawa setiap minum 30-50 ml susu, adalah salah satu cara mengatasi gumoh
Setelah minum susu, tiba-tiba susu keluar lagi dari mulut bayi… Jangan panik Bunda, itu adalah gumoh dan wajar terjadi pada setiap bayi. Gumoh dapat terjadi pada bayi yang minum ASI ataupun susu formula.
Membedakan gumoh dan muntah
Ibu yang baru memiliki bayi mungkin panik ketika bayinya gumoh. Selintas, gumoh memang mirip dengan muntah. Perbedaannya, susu yang dikeluarkan saat gumoh hanya sekitar 10 ml saja, sedangkan muntah mengeluarkan lebih banyak susu.
Istilah kedokteran untuk gumoh adalah gastroesophageal reflux, terjadi karena pergerakan otot di bagian atas perut yang belum sempurna. Gumoh sering terjadi pada bayi baru lahir dan berkurang setelah bayi menginjak usia 1 tahun.
Cara mengatasi gumoh
Kita dapat mengurangi banyaknya susu yang keluar ketika gumoh dengan cara-cara berikut ini:
  • Susui bayi sebelum bayi terlalu lapar. Bayi yang lapar meminum susu terlalu cepat sehingga banyak udara yang ikut tertelan dan terperangkap di dalam perut.
  • Susui bayi sedikit demi sedikit. Bila ia disusui dengan botol, berhentilah setiap 30-50 ml (tergantung usia bayi). Bila ia menyusu ASI, berhentilah setiap 5-10 menit, tergantung kondisi bayi dan kelancaran ASI ibu.
  • Bila ia menyusu dengan botol, gunakan dot yang pas dengan bayi Anda. Bila lubang dot terlalu besar, aliran susu terlalu cepat. Bila lubang terlalu kecil, aliran susu terlalu lambat dan banyak udara ikut terminum oleh bayi.
  • Hindari pemakaian diaper yang terlalu ketat, dan jangan menekan perut bayi.
  • Setiap menyusu 30-50 ml, gendonglah bayi dalam posisi tegak dengan kepalanya di atas bahu kita. Lalu tepuk-tepuk punggungnya agar ia bersendawa. Bila ia menyusu ASI, lakukan ketika akan beralih ke payudara lainnya.
Apakah berbahaya?
Pada umumnya gumoh tidak berbahaya, tetapi bila terjadi hal-hal berikut ini, segeralah ke dokter :
  • terdapat darah pada susu yang keluar ketika gumoh
  • membuat bayi tersedak
  • membuat bayi menjadi biru
  • cairan yang keluar terlalu banyak (yaitu muntah)
  • bila mengganggu kenaikan berat badan atau terjadi penurunan berat badan
Bagaimana bila terjadi terus menerus?
Bila gumoh terlalu sering terjadi, berkonsultasilah dengan dokter untuk menanganinya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengentalkan susu formula yang diminum si bayi, namun tindakan ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.http://id.theasianparent.com/mengatasi-bayi-gumoh/

Wednesday, October 21, 2015

Membersihkan botol kaca untuk menyimpan ASI dan peralatan makan dan minum bayi dengan menggunakan Sterilisasi air dingin (cold water sterilization).



  1. Peralatan yang digunakan adalah bahan kimia untuk sterilisasi berupa padatan atau larutan yang tidak toksik atau tidak beracun (umumnya sodium hipoklorit). Dipasaran juga tersedia produk bermerek seperti Chicco Cold Water Sterilizer atau bentuk tablet produk merek Mothercare
  2. Masukkan botol kaca atau peralatan makan dan minum bayi lainnya ke dalam wadah, tuangkan air matang dingin hingga semua peralatan terendam, masukkan tablet atau cairan ke dalam air.
  3. Diamkan selama 30 menit agar sterilisasi efektif, sehingga  botol atau peralatan lain dapat digunakan kembali. Peralatan atau botol penyimpan ASI dapat dibiarkan tetap terendam didalam larutan sterilisasi hingga 24 jam agar tetap terjaga sterilisasinya. Larutan Untuk proses sterilisasi ini harus dibuat lagi untuk proses sterilisasi yang baru agar tetap terjamin.selengkapnya : http://www.tipscaraterbaik.com/cara-membersihkan-botol-penyimpan-asi.html#sthash.49nGjmks.dpuf

Tips Membersihkan Botol Kaca Untuk Menyimpan ASI.



  1. Pastikan botol untuk menyimpan ASI terbuat dari kaca, karena kaca tidak melunturkan zat kimia saat dipanaskan.
  2. Gunakan Sabun pembersih khusus Bayi
  3. Untuk mencuci botol penyimpanan, sebaiknya menggunakan Sabun pembersih khusus Bayi. Sabun seperti ini sudah banyak disediakan ditoko-toko swalayan. Cara mencucinya, pisahkan antara botol dan tutupnya, dan kemudian disabun satu persatu.
  4. Setelah dicuci, botol penyimpanan ASI harus disterilkan , yaitu bisa dengan cara direbus hingga air mendidih , sehingga bau sabun dan bau kimia hilang dan bakteri mati. Pisahkan botol dan tutupnya saat direbus. Setelah mendidih biarkan selama 5-15 menit.
  5. Setelah selesai proses merebus botol, kemudian angkat dan keringkan. Untuk pengeringan botol dan tutupnya, ibu bisa menggunakan lap bersih dan jangan menggunakan tissue karena tissue akan hancur bila terkena air.
  6. Lakukan hal hal diatas setiap kali hendak menggunakan botol penyimpanan ASI yang terbuat dari kaca menyimpan ASI agar selalu mendapat hasil yang lebih baik.
lebih detil lihat di :
http://www.tipscaraterbaik.com/cara-membersihkan-botol-penyimpan-asi.html#sthash.49nGjmks.dpuf

Saturday, October 17, 2015

Breastfeeding Father sebelum kehamilan



Breastfeeding Father sebelum kehamilan

Ayah tidak hanya berperan aktif ketika bayi sudah lahir dan disusui oleh ibu, bahkan jauh sebelum bayi lahir, ayah sudah memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan menyusui bayi nantinya. Keberhasilan menyusui ditentukan sejak sebelum terjadi kehamilan.

Seorang suami atau calon ayah sudah harus menjalankan peran dalam breastfeeding father sebelum istrinya hamil. Jadilah suami yang sayang istri, mengerti perasaan istri, menghargai istri, memuliakan istri, tidak menyakiti hati dan badan istri. Jadilan suami yang mampu membahagiakan istri, memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan istri.
Ketika istri merasa bahagia, tenteram, aman, nyaman, damai di samping suami, maka ia akan nyaman pula dengan kehamilannya. Jika para istri nyaman dengan kehamilannya, mereka akan sangat merawat janin dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Para suami harus menambah ilmu pengetahuan terkait dengan kehamilan, kelahiran dan menyusui. Dengan mengerti berbagai ilmu tersebut, para suami bisa melakukan hal terbaik bagi upaya penyiapan kehamilan, kelahiran dan penyusuan anaknya kelak.

Disadur dari tulisan : Cahyadi Takariawan Penulis Buku Serial "Wonderful Family";
Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Konselor di "Rumah Keluarga Indonesia"(RKI)dan"Jogja Family Center" (JFC)

PERAN AYAH DALAM KEBERHASILAN MENYUSUI



"Ayah memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan menyusui"

Mengurus, mengasuh, mendidik dan membesarkan anak adalah kewajiban bersama ayah dan ibu. Oleh karena itu, segala hal yang menunjang keberhasilan pengasuhan anak harus diupayakan bersama oleh ayah dan ibu dengan sepenuh kesadaran dan tanggung jawab serta cinta kasih.

Menyusui adalah aktivitas yang secara teknis hanya bisa dilakukan oleh para ibu, namun keberhasilan serta kualitas menyusui sangat ditentukan oleh suasana kebersamaan di antara ayah dan ibu.
Peran penting ayah adalah memberikan dukungan spiritual, moral, emosional dan fisik kepada ibu. Inilah yang disebut sebagai breastfeeding father. Keterlibatan ayah dalam memberikan dukungan bagi ibu yang tengah menyusui bayi sangat menentukan kelancaran refleks pengeluaran ASI (let down reflex) yang dipengaruhi emosi ibu.
Di dalam payudara ibu terdapat “pabrik” ASI (alveoli) yang bentuknya bulat dan bergerombol seperti buah anggur. Alveoli dikelilingi otot yang disebut myoepithel. Otot inilah yang memompa ASI keluar dari alveoli menuju saluran ASI. Tetapi, kerja myoepithel tergantung pada hormon oksitosin. Jika oksitosin keluar, otot tersebut akan bekerja.
Jadi hal sangat penting dan mendasar bagi para ayah adalah memberikan berbagai dukungan yang membahagiakan para ibu, sehingga perasaan mereka menjadi senang dan tenang. Perasaan inilah yang memacu produksi hormon oksitosin, yang akan memompa ASI keluar. Jangan membuat istri menjadi panik, cemas, ketakutan dan berada dalam suasana kesedihan. Karena hal ini membuat hormon oksitosin tidak bisa terproduksi.
Disadur dari tulisan : Cahyadi Takariawan Penulis Buku Serial "Wonderful Family";
Peraih Penghargaan "Kompasianer Favorit 2014"; Konselor di "Rumah Keluarga Indonesia" (RKI) dan "Jogja Family Center" (JFC)


MENYIMPAN ASI



Wadah apa untuk menyimpan ASI? Langkah pertama dalam memastikan ASI Anda  tetap bagus adalah menemukan wadah terbaik. "Jika Anda menyimpan dalam freezer, bisa dengan botol plastik keras atau botol kaca. Bisa juga dengan kantong ASI. Pastikan untuk ditempel/ditulis  tanggal kantong atau botol, dan berbeda jumlah susu di setiap kantong atau botol.  Kadang-kadang bayi Anda hanya perlu secukupnya, sehingga tidak perlu untuk membekukan dengan  jumlah yang lebih,secukupnya saja untuk setiap kemasan.

Dimana tempat menyimpan ASI? ketika Anda berencana untuk menggunakan ASI Anda dalam waktu dekat, Anda dapat menyimpan dalam pendingin, kulkas,  atau bahkan pada suhu kamar di meja. Jangan menyimpan ASI di pintu kulkas atau pintu freezer , namun. "Lebih baik untuk tetap di belakang, jadi  tidak  terkena  perubahan suhu berulang akibat pembukaan dan penutupan pintu.

Berapa lama ASI bisa bertahan? ASI yang baru dipompa dapat bertahan sekitar lima jam pada suhu kamar, lima hari dalam lemari es dan lima bulan dalam freezer." Jika Anda memompa di tempat kerja atau di mana saja, Anda harus memeriksa cooler bag, atau penyimpan anda setiap lima jam. Tetapi jika ASI telah dicairkan  di kulkas setelah dibekukan di freezer, segera gunakannya dalam waktu 24 hingga 48 jam.  ASI Anda mungkin bisa bertahan hingga 5 bulan di dalam freezer dalam keadaan beku, namun kadangkala bayi tidak mau meminumnya bila sudah terlalu lama. Bukan berarti ASI rusak, tapi mungkin kadar nutrisi dan rasanya telah berubah.

Tuesday, October 6, 2015

Manfaat ASI untuk bayi

1) Membantu mencegah konstipasi
ASI sangat mudah dicerna oleh tubuh bayi dan membantu mencegah pup yang keras akibat kekurangan cairan pada tubuh bayi.
2) Mengurangi resiko kegemukan dan diabetes
ASI dapat mengurangi resiko anak mengalami kegemukan atau obesitas serta diabetes tipe 2 di kemudian hari.
3) Mengurangi resiko berbagai infeksi
Manfaat menyusui lainnya adalah mengurangi resiko bayi terkena berbagai infeksi, misalnya infeksi pada kuping, pernafasan, dan pencernaan.
4) Membantu mencegah alergi dan asma
Daya tahan tubuh bayi yang diciptakan oleh ASI membantu mencegah alergi dan asma.
5) Membantu mencegah SIDS
Kematian mendadak pada bayi atau Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) kadang terjadi pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Pemberian ASI secara eksklusif dapat membantu mencegah terjadinya SIDS.
6) Membantu mencegah kerusakan gigi
ASI lebih baik dari susu formula yang pada umumnya mengandung gula, sehingga membantu mencegah kerusakan gigi.
7) Bayi lebih cerdas
Menurut penelitian, bayi yang meminum ASI secara rutin selama minimal 6 bulan pada umumnya lebih cerdas karena memiliki perkembangan otak yang baik

Manfaat ASI Bagi Bayi dan Mama


Ini beberapa manfaat ASI bagi anak dan Anda.

Bagi si buah cinta, ASI punya seabrek manfaat. Di antaranya:
• Merupakan nutrisi paling sempurna karena komposisi zat-zat gizinya lengkap dan seimbang.
• Mengandung zat kekebalan yang membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya. Pemberian ASI akan menyelamatkan nyawa bayi Anda dari bahaya diare dan infeksi saluran napas akut lho!
• ASI itu steril. 
• Tersedia setiap saat, sehingga sangat praktis dan ekonomis.
• Pemberian ASI akan mempererat ikatan emosional antara anak dengan Anda, sehingga sangat positif dampaknya bagi perkembangan psikologisnya. 
• Penelitian juga membuktikan, bayi-bayi yang memperoleh ASI umumnya terhindar dari risiko obesitas (saat ini, seluruh dunia sangat prihatin terhadap tingginya angka obesitas pada anak; apalagi obesitas terkait dengan berbagai bentuk penyakit pada usia lebih dini).

Sedangkan manfaat ASI bagi Anda sendiri adalah:
• Memberi kepuasan batin, ketenangan, serta kebahagiaan emosional.
• Mempercepat kontraksi rahim, sehingga dalam waktu singkat rahim kembali ke ukuran normal. Seperti saat Anda belum hamil lho! Ini menyebabkan menurunnya risiko perdarahan rahim di masa nifas.
• Memperkecil risiko kanker payudara.

Meningkatkan ASI secara alami

Terkadmenimang-bayiang, banyak ibu yang ikut menambahkan susu formula pada saat bayi masih kecil karena mereka khawatir mereka tidak bisa memberikan ASI yang cukup untuk bayi mereka. Padahal, ASI tetaplah sumber nutrisi yang paling baik bagi bayi, terutama bayi yang masih kecil dan sedang tumbuh. Apabila Anda merasa punya masalah dengan jumlah ASI yang Anda hasilkan, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan ASI sehingga Anda tidak perlu memberi bayi tambahan susu formula.
Mengapa lebih baik memberikan bayi ASI daripada susu formula? Kebutuhan bayi Anda sebenarnya sangat sederhana: makanan, perhatian dan kenyamanan. Anda sudah mengandung buah hati Anda selama 9 bulan. Maka sebenarnya, tubuh Anda juga telah didesain sedemikian rupa untuk meneruskan hal ini bahkan setelah bayi Anda lahir melalui ASI. The World Health Organization atau WHO merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan seorang bayi. ASI juga disarankan untuk tetap diberikan bersama makanan lainnya sampai buah hati Anda berusia setidaknya dua tahun. Oleh karena itu, melakukan beberapa cara sederhana untuk meningkatkan ASI akan berdampak baik untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi Anda.
Di beberapa minggu atau bulan pertama, Anda dan bayi Anda sedang dalam tahap mengenal satu sama lain. Anda berdua bekerja sama untuk memproduksi ASI yang sesuai dengan kebutuhan buah hati Anda. Menyusui bayi Anda setiap kali ia membutuhkannya akan mencukupi nutrisi yang ia butuhkan untuk tumbuh dan berkembang. Perlu diingat bahwa setiap bayi memiliki kebiasaan menyusui yang berbeda. Penting untuk mengetahui kebiasaan menyusui bayi Anda sehingga Anda dan tubuh Anda pun bisa menyesuaikan.
Nah, salah satu cara meningkatkan ASI yang paling mudah dan natural adalah terus menyusui buah hati Anda secara teratur. Jika bayi Anda sudah dekat dengan Anda, maka cara meningkatkan ASI adalah dengan sering menyusui buah hati Anda. Daripada menunggu bayi Anda lapar, jadilah proaktif dengan untuk menyusui setiap 2-3 jam sekali pada bayi Anda.
Atau jika tidak mau terlalu terburu-buru, Anda bisa mencoba meningkatkan frekuensi menyusui secara perlahan dalam rentang beberapa hari. Yang paling penting adalah Anda terus mencoba tingkatkan frekuensi menyusui hingga bayi Anda menjadi terbiasa dan menyusui lebih sering. Bagaimana pun Anda melakukannya, menyusui buah hati Anda secara teratur dan dalam frekuensi sering adalah cara meningkatkan ASI yang alami dan dapat turut membantu membuat Anda menjadi semakin dekat dengan buah hati Anda.
oleh: wishingbaby

Nyaman Menyusui di Depan Umum

Menyusui buah hati adalah masa-masa yang indah setelah masa melahirkan. Namun seringkali seorang  ibu menyusui mengalami situasi dimana si kecil harus menyusu pada saat ibu dan bayi sedang berada di luar rumah. Keberadaan ruang khusus menyusui yang masih jarang di Indonesia seringkali membuat ibu merasa risih ketika harus menyusui di luar rumah. Untuk itu, ketahui tips-tips nyaman menyusui ketika berada di tempat umum ini.
 Pakaian Khusus Menyusui
Tidak perlu merasa risih atau canggung untuk menyusui di tempat umum, hal ini memang tidak mudah dilakukan bagi Anda yang baru memiliki pengalaman menyusui anak pertama. Untuk itu, Anda dapat memilih pakaian yang biasa digunakan untuk menyusui seperti baju khusus menyusui, pakaian berlapis, dan nursing cover (kain penutup) agar bagian tubuh Anda tidak dapat terlihat orang banyak. Utamakan kenyamananAnda untuk memakai pakaian yang cocok dan nyaman.
Jika belum terbiasa menyusui ditempat umum, Anda dapat melatih diri menggunakan pakaian khusus menyusui di rumah terlebih dulu, lakukan sampai benar-benar luwes dan dapatkan posisi menyusui ternyaman bagi Anda dan bayi. Hal ini juga dapat melatih kepercayaan diri Anda untuk menyusui di ruang publik.
Kenali Tempat Umum yang Aman untuk Menyusui
Kenali tempat umum yang aman untuk ibu menyusui, Anda dapat melihat tempat sekitar ataupun mencari informasi melalui teman atau kerabat tentang tempat-tempat yang aman dan nyaman (breastfeeding friendly) untuk ibu menyusui di tempat-tempat tertentu.
Lakukan secara wajar dengan tidak menarik perhatian orang banyak saat Anda berada di tempat umum. Jika Anda sudah menerapkan tips no.2 tentu Anda akan sedikit merasa santai saat harus menyusui di tempat umum

Manfaat ASI Ekslusive

Sering kita menemukan seorang ibu yang tidak mau menyusui bayinya sendiri, kebanyakan dari mereka lebih memilih memberikan susu botol ketimbang memberikan ASI eksklusif, beberapa alasan yang membuat banyak ibu lebih memilih hal tersebut:
  • jarak ibu dan bayi dipisahkan terlalu jauh
  • Gangguan Emosional
  • Malu menyusui didepan umum
  • Bayi tidak bisa meminum ASI secara baik bisa disebabkan karena bibir sumbing atau hal lainya.
  • Sang ibu berpikir lebih mudah menggunakan susu botol.
  • Terlalu sibuk bekerja atau kegiatan lainya. (baca sukses memberikan asi eksklusif walaupun bekerja )
Banyak dari ibu yang tidak memberikan ASi nya khawatir bayinya tidak mendapat manfaat ASI eksklusif yang seharusnya mereka berikan. kerugian lain adalah sang ibu akan takut kalo mereka tidak bisa memperkuat ikatan batin antara anaknya dengan dia dikarenakan kurangnya kontak fisik saat menyusui.
Berapa lama ibu harus memberikan ASI eksklusif untuk bayi?
Berapa lama untuk menyusui adalah keputusan pribadi untuk setiap keluarga. WHO www.unicef.orgmerekomendasikan ASI eksklusif selama enam bulan dan kemudian dilanjutkan ASI dikombinasikan dengan makanan padat selama 12-24 bulan atau selama ibu dan bayi menginginkanya, bahkan jika anda hanya menyusui beberapa hari saja sang bayi akan menerima banyak manfaat.  Berikut anda bisa baca  tentang apa manfaat ASIeksklusif yang diberikan pada usia dan tahap kehidupan bayi:
  • Jika menyusui hanya beberapa hari. Anak akan menerima kolostrum yang berguna sebagai penyedia antibodi dan sumber makanan tubuh barunya, menyusui membantu anak anda bekerjanya sistem pencernaannya dengan lancar.
  • Menyusui bayi selama 4-6 minggu. Selain anak akan mendapat pengalaman yang tidak dilupakan saat masa dia kecil, bayi yang menkonsumsi ASI akan lebih rentan terhindar terkena penyakit dari pada yang tidak menkonsumsinya.
  • Menyusui bayi selama 3-4 bulan. Sistem pencernaannya akan sempurna  dan dia akan jauh lebih mampu mentolerir zat asing dalam susu bayi formula. tidak memberikan apapun selain ASI selama 4 bulan pertama akan melindungi bayi terhadap alergi dan memberikan perlindungan terhadap infeksi telinga selama satu tahun.
  • Menyusui bayi selama 6 bulan. Tanpa perlu menambah makanan atau minuman lain anda akan memastikan kesehatan yang baik sepanjang tahun pertama bayi anda hidup, ini akan menghindarkan resiko anak dari infeksi telinga dan kanker dan mengurangi resiko kanker payudara untuk anda sendiri.
  • Menyusui bayi selama 9 bulan. Manfaat untuk perkembangan otak dan tubuh tercepat yang paling penting dalam hidupnya karena mendapatkan asupan ASI yang cukup.
  • Menyusui bayi selama 1-2 tahun. Anda dapat mengurangi biaya dan efek samping dari menggunakan susu bayi formula . Tubuhnya satu tahun mungkin akan mampu memakan makanan lebih bervariasi selain ASI. Manfaat kesehatan karena menyusui selama setahun akan berguna sepanjang hidupnya. Dia akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.
Manfaat ASI terhadap kelangsungan hidup dan kesehatan bayi.
  • Menyelamatkan nyawa, ASI eksklusif adalah sumber paling efektif untuk mencegah kematian anak namun hanya kurang dari 40 persen bayi di bawah 6 bulan menerima manfaat pemberian ASI. Bayi di bawah usia 2 bulan yang tidak disusui adalah enam kali lebih mungkin untuk meninggal akibat diare atau infeksi saluran pernapasan akut daripada mereka yang disusui,  Sekitar 1,3 juta kematian dapat dicegah setiap tahun ketika pemberian ASI ekslusif meningkat menjadi 90 persen.
  •  Melindungi terhadap penyakit, ASI  kolostrum mengandung agen anti bakteri dan anti virus mempunyai komposisi vitamin A yang tinggi yang melindungi bayi terhadap penyakit.
  • Mempercepat pemulihan anak yang sakit,  ASI berguna selama diare untuk mengurangi tingkat keparahan dan lamanya diare dan resiko kekurangan gizi, karena ASI merupakan sumber makanan yang higienis dengan komposisi yang sempurna dari energi, protein, lemak, vitamin  dan nutrisi lain untuk bayi dalam enam bulan pertama. ASI adalah satu-satunya sumber yang aman dan dapat diandalkan makanan untuk bayi bhakan sewaktu dia sakit.
  • Memenuhi semua kebutuhan air. ASI mengandung 88% air  Studi menunjukkan bahwa anak yang menkonsumsi ASI ekslusif di bawah 6 bulan tidak membutuhkan cairan tambahan, bahkan di negara-negara dengan suhu yang sangat tinggi dan kelembaban rendah.
  • Mengoptimalkan perkembangan fisik dan mental anak. Bayi yang diberi ASI menunjukkan perkembangan yang lebih baik dengan IQ yang lebih tinggi dari pada anak-anak yang tidak diberi ASI eksklusif . Nutrisi kunci yang sangat penting untuk kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Beberapa penelitian mengatakan bahwa anak yang diberikan ASI akan lebih cenderung mengurangi kemungkinan obesitas, pemberian susu formula 20 -30 persen akan memungkinkan anak akan lebih gemuk.
  • Rata-rata bayi yang diberikan ASI akan memiliki tekanan darah tinggi yang lebih rendah, ini akan membantu bayi terhindar dari penyakit jantung juga.
Manfaat ASI eksklusif untuk sang ibu.
  • Menyusui ASI membantu wanita menurunkan berat badan setelah melahirkan, Wanita akan membakar banyak kalori selama menyusui karena tubuh mereka memproduksi susu.
  • Menyusui akan membuat hormon ( oxytocin ) yang menyebabkan rahim kembali ke ukuran normal lebih cepat.
  • Ketika seorang wanita melahirkan dan menyusui bayinya, manfaat asi untuk wanita iyalah melindungi dirinya dari menjadi hamil lagi terlalu cepat, suatu bentuk kontrol kelahiran yang 98%  lebih efektif daripada menggunakan kontrasepsi.
  • Menyusui tampaknya mengurangi risiko ibu terkena osteoporosis, Meskipun ibu pasti akan mengalami proses pengeroposan tulang, kepadatan mineral mereka diisi kembali dan bahkan meningkat setelah menyusui.
  • Wanita yang menyusui ASI selama dua tahun atau lebih akan mengurangi kemungkinan mereka terkena kanker payudara sebesar 24%.
  • Ibu dapat semakin intim selama menyusui dengan bayinya, sehingga perasaan  yang lebih kuat dari dengan bayinya.  Para peneliti telah menunjukkan bahwa ikatan ibu menyusui dan anak lebih kuat daripada hubungan dengan manusia lain, memegang anak ke dadanya menyediakan sebagian besar ibu dengan pengalaman psikologis lebih kuat daripada membawa janin dalam rahimnya.  Perasaan ini menetapkan dasar kesehatan dan psikologis selama bertahun-tahun yang akan datang.
  • Menghemat uang. formula bayi, peralatan sterilisasi dan makanan bayi bisa mengeluarkan banyak uang. Belum lagi banyak keluarga harus mengeluarkan banyak uang untuk mengobati penyakit akibat tidak menkonsumsi ASI.
Beberapa pertanyaan umum seputar ASI.
Beberapa pertanyaan umum yang biasa diajukan oleh wanita wanita yang masih belum terlalu mengerti tentang manfaat ASI eksklusif, dibawah ini pertanyaan dan jawaban yang dapat membantu anda mengerti:
pertanyaan 1: “Apakah menggunakan ASI eksklusif tidak populer di banyak negara maju?”
Jawaban: Tidak. buktinya 78 % wanita di Inggris menyusui anaknya.
pertanyaan 2: “Apakah menyusui akan membuat payudara wanita menjadi kendor ?”
Jawaban: Hasil riset mengatakan kalau menyusui bukan faktor dari payudara mengendur tetapi proses penuaan  serta berat badan yang berlebihan lah yang membuat payudara mengendur.
pertanyaan 3: “Apakah komposisi susu formula sama saja dengan ASI?”
Jawaban: Susu formula tidak sama dengan ASI, susu formula bukan produk alami sehingga tidak mempunyai komposisi kekebalan tubuh, enzim dan hormon yang melindungi bayi dari penyakit.
pertanyaan 4: “Apakah banyak orang tidak suka kalau ada wanita menyusui didepan umum?”
Jawaban: Tidak, malah mayoritas orang tidak keberatan kalau ada wanita menyusui didepan umum, menyusui didepan umum sudah lumrah dilakukan sekarang.
pertanyaan 5: ” Menyusui itu tidak mudah beberapa wanita tidak menghasilkan ASI yang cukupjku1.blogspot.com ”
Jawaban: Hampir semua wanita mampu menyusui. Ini adalah anugrah yang setiap wanita perlu pelajari dan berlatih untuk membuat itu mudah, hampir semua wanita dapat menghasilkan jumlah susu bayi yang mereka butuhan.
selesai sudah artikel tentang manfaat ASI eksklusif semoga ini bisa menjadi pedoman wanita dan ibu yang sedang menyusui sang buah hati.

Monday, October 5, 2015

Ayah ASI

Di Indonesia, bapak-bapak masih dianggap tabu kalau berbicara tentang ASI. Padahal, jika kembali pada hakekat menumbuhkan generasi penerus berkualitas, maka keberhasilan pemberian ASI menjadi langkah pertama dan penentu, sudah sepantasnya menjadi tanggung jawab ayah dan ibu. Dari kesadaran itu. ASI sebagai hal penting yang wajib dipersiapkan dan direncanakan oleh para Ayah, tak kalah penting dari masalah pendidikan dan masa depan anak. Karena anak milik berdua, maka ASI juga tanggung jawab bersama. Kapan sebaiknya seorang suami belajar mengenai ASI? Saat masih lajang. informasi seputar ASI sebaiknya dipelajari oleh calon ayah dan ibu sedini mungkin, bahkan sejak sebelum menikah agar persiapan menjadi lebih matang dan panjang. Peran ayah sebagai pelindung dan pendukung diperlukan pada hal-hal yang berpotensi menyebabkan kegagalan pemberian ASI, misalnya dalam menghadapi tekanan keluarga, mitos ASI, promosi susu formula, pihak medis yang tidak pro ASI, atau stres yang dialami sang ibu. Lingkungan keluarga seperti kakek, nenek, baby sitter, pembantu, dan semua pihak yang berada di sekitar ibu berperan penting dalam kesuksesan ASI eksklusif. Tidak mudah mengubah keyakinan orang lain. Orangtua generasi terdahulu banyak meyakini bahwa seorang anak tidak cukup hanya diberikan ASI, ia tetap harus diberi tambahan susu formula. Maka perjuangan ibu dan ayah pada titik kritis terutama pada 6 bulan pertama untuk meluluskan ASI eksklusif. Rumah sakit dan seluruh tim medis yang membantu kelahiran juga menjadi penentu keberhasilan ASI. Ciri rumah sakit pro ASI adalah mengajarkan ibu cara menyusui, menyediakan kelas ASI, mendukung ibu memberi ASI sesuai kemauan bayi, tidak memberi makanan selain ASI kecuali ada indikasi medis, tidak memberi dot atau empeng pada bayi, memahami aturan ASI ekslusif, melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD),memiliki tenaga kesehatan yang memahami manajemen laktasi, dan bisa rawat gabung ibu dan bayi. Praktik produsen atau distributor yang bekerja sama dengan bidan atau rumah sakit dalam melakukan promosi susu formula selama ini adalah hal yang umum terjadi. Pemerintah telah membatasi aktivitas promosi susu formula melalui Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang ASI Eksklusif. Perlu digaris bawahi, pemberian susu formula harus dengan resep dokter. Saat bayi prematurnya kesulitan menyusu dan sang ibu sulit mengeluarkan ASI, saat itulah dokter meresepkan susu formula. salah satu keuntungan memberi ASI adalah pengurangan budget untuk membeli susu formula, dan itu artinya bisa digunakan untuk membeli gadget.